~๑ஜ★۞★ஜ๑~ [SHARE] SERBA SERBI PERHITUNGAN DAN KALENDER JAWA ~๑ஜ★۞★ஜ๑~

Discussion in 'SUPRANATURAL' started by MahesaTunggal, Oct 19, 2017.

  1. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Mungkin Forsuper Yang Orang Jawa Seringkali Bingung Ketika Ortu Pada Bilang Nyari Tanggal Ketika Mau Bikin Acara Semisal Nikahan, Sunatan, Pindahan, Atau Yang Lainnya. Ternyata Semua Itu Memang Erat Hubungannya Sama Budaya Jawa Dari Jaman Dulu, Karena Orang Jawa Jaman Dulu Memang Percaya Sama Yg Namanya Weton Alias Penanggalan Jawa..

    Nah Thread Ini Saya Akan Membahas Sedikit Tentang Penanggalan Jawa, Langsung Aja Yah Om…...

    Sejarah Kalender Jawa : Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat.

    Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

    Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II: seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi (Balambangan). Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan Agung. Pulau Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa, juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini.

    Dalam mencatat kejadian-kejadian penting seperti hari kelahiran, pernikahan serta moment penting lainnya kadangkala kita hanya mencatat tanggal Masehinya saja. Ketika mencatat hari kelahiran kita, orang tua kita biasanya hanya mencatat tahun Jawanya saja, seperti tahun Jim, tahun Alif dan lain-lainnya.

    Dalam meneliti kronologi sejarah kita kadang kala dibuat pusing, karena data ada kadang kala hanya berupa momen kejadian alam seperti gerhana, baik matahari maupun gerhana bulan. Dan ada kalanya data yang ada berupa penanggalan, seperti penanggalan Jawa atau Arab (Hijriyah Qomariyah) saja, dengan tanpa dilengkapi penanggalan lainnya. Kadang hanya kondisi musim kala itu atau dalam kalender jawa disebut Pranoto Mongso.
    Kalender ini memuat berbagai kalender, mulai Kalender Hijriyah Qomariyah (Hijri lunar calendar), Kalender Hijriyah Syamsiyah (Hijri solar calendar), Kalender Masehi (Gregorian calendar), Neptu Jawa (Jumlah neptu hari dan pasaran), Kalender Jawa (Asapon), Pasaran Jawa / Hari Jawa (day of Java), serta Pranoto Mongso Jawa (season of Java).

    [​IMG]
    Dalam berdagang orang jawa mempunyai petungan (prediksi) khusus untuk mencapai sukses atau mendapatkan angsar (pengaruh nasib) yang baik, sehingga menjadikan rezekinya mudah. Diantaranya petungan tersebut sebagai berikut :

    Dalam “kitab primbon” (pustaka kejawen) terdapat berbagai cara dan keyakinan turun-temurun yang harus dilakukan orang yang akan melakukan kegiatan usaha perdagangan. Untuk memulai suatu usaha perdagangan orang jawa perlu memilih hari baik, diyakini bahwa berawal dari hari baik perjalanan usahapun akan membuahkan hasil maksimal, terhindar dari kegagalan.

    Menurut pakar ilmu kejawen abdi dalem Karaton Kasunanan Surakarta, Ki KRM TB Djoko MP Hamidjoyo BA bahwa berdasarkan realita supranatural, menyiasati kegagalan manusia dalam usaha perlu diperhatikan. Prediksi menurut primbon perlu diperhatikan meski tidak sepenuhnya diyakini. Menurut Kitab Tafsir Jawi, dina pitu pasaran lima masing-masing hari dan pasaran karakter baik. Jika hari dan pasaran tersebut menyatu, tidak secara otomatis menghasilkan karakter baik. Demikian juga dengan bulan suku, mangsa, tahun dan windu, masing-masing memiliki karakter baik kalau bertepatan dengan hari atau pasaran tertentu.

    Golek dina becik (mencari hari yang baik) untuk memulai usaha dagang pada hakekatnya adalah mencari perpaduan hari, pasaran, tahun, windu dan mangsa yang menghasilkan penyatuan karakter baik. Misalnya pada hari rebo legi mangsa kasanga tahun jimakir windu adi merupakan penyatuan anasir waktu yang menghasilkan karakter baik.

    Setiap karya akan berhasil sesuai dengan kodrat, jika dilakukan dalam kondisi waktu yang netral dari pencemaran, sengkala maupun sukerta. Manusia diberi kesempatan oleh Tuhan untuk beriktiar menanggulangi sukerta dan sengkala dengan melakukan wiradat. Misalnya dengan ruwatan atau dengan ajian rajah kalacakra, sehingga kejadian buruk tidak menjadi kenyataan.

    Orang yang akan membuka usaha pun dapat melakukan upaya sendiri pada malam hari sebelum memulai usaha, yaitu berdoa mendasari doa kepada Tuhan sambil mengucapkan mantera rajah kalacakra Salam, salam, salam Yamaraja jaramaya, yamarani niramaya, yasilapa palasiya, yamidora radomiya, yamidasa sadamiya, yadayuda dayudaya, yasilaca silacaya, yasihama mahasiya. Kemudian menutup dengan mantera Allah Ya Suci Ya Salam sebanyak 11 kali.

    Untuk usaha perdagangan orang jawa yang masih percaya pada petung, akan menggunakannya baik untuk menentukan jenis barang maupun tempat berdagang dan sebagainya. Petung tersebut didasarkan weton (kelahiran dari yang bersangkutan)

    Peluang merupakan filsafat kosmosentris bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan. Manusia merupakan bagian dari alam semesta sehingga geraknya tidak dapat lepas dari gerak alam, sebagaimana waktu dan arah mata angin.

    Orang jawa mempunyai keyakinan bahwa saat dilahirkan manusia tidak sendirian karena disertai dengan segala perlengkapannya. Perlengkapan itu merupakan sarana untuk bekal hidup dikemudian hari, yaitu bakat dan jenis pekerjaan yang cocok. Di dalam ilmu kejawen kelengkapan itu dapat dicari dengan petung hari lahir, pasaran, jam, wuku tahun dan windu.

    Menurut Usman petung sekedar klenik atau gugon tuhon melainkan merupakan hasil analisa dari orang-orang jawa pada masanya. Hasil analisa itu ditulis dalam bentuk primbon. Dengan petungan jawa, orang dapat membuat suatu analisa tentang anak yang baru lahir berdasarkan waktu kelahirannya. Misalnya anak akan berhasil jika menjadi wartawan, atau sukses jika menjadi pedagang.

    Petung yang demikian itu juga digunakan di dalam dunia perdagangan. Orang jawa masih mempercayainya, akan menggunakan petung dengan cermat. Dari menentukan jenis dagangan waktu mulai berdagang diperhitungkan. Semua sudah ada ketentuannya berdasar waktu kelahiran yang bersangkutan.

    Penerapan petung untuk usaha perdagangan akan menambah kemungkinan dan percaya diri untuk meraih sukses. Kepercayaan diri akan membuat lebih tepat dalam mengambil keputusan. Prediksi menurut petung di dalam perdagangan bukan hanya ada pada budaya orang jawa saja. Dalam budaya Cina misalnya, hingga kini perhitungan itu masih berperan besar, sekali pun pengusaha Cina itu sudah menjadi konglomerat.

    Di Cina petung itu ada dalam Kitab Pek Ji atau Pak Che (delapan angka) yang juga berdasarkan kelahiran seseorang, yaitu tahun kelahiran memiliki nilai 2, bulan nilai 2, hari memiliki nilai 2 dan jam kelahiran nilai 2.

    Meskipun orang lahir bersamaan waktu, rezeki yang diperoleh tidak sama karena yang satu menggunakan petung sedangkan yang lainnya tidak.

    Banyak pula orang yang tidak mempercayai petung. Mereka menganggapnya klenik atau tahayul. Mereka berpendapat dengan rasionya dapat manipulasi alam. Anggapan demikian belum pas, meskipun manusia dapat merekayasa, alam ternyata akan berjalan sesuai dengan mekanismenya sendiri

    Demikian keterangannya, semoga bermanfa’at...
     
    Last edited: Oct 19, 2017
    #1
  2. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Untuk menghitung Neptu hari lahir ( weton ) berikut Pasarannya ada pedoman/ patokan angka yang digunakan oleh masyarakat orang jawa, berikut table hari, pasaran dan neptu seperti dibawah ini :

    [​IMG]

    Dari pedoman/ patokan neptu hari dan pasaran di atas, dapat disusun suatu matrik/ tabel yang mana kita dapat mengetahui jumlah neptu hari lahir kita. Tabel perhitungan hari dan pasaran sebagai berikut :

    [​IMG]

    Cara penggunaan tabel adalah sebagai berikut : Misalnya kita lahir pada hari Minggu Kliwon, untuk mengethui berapa jumlah neptu kita maka kita lihat pada hari Minggu yang neptunya 5, kemudian kita tari ke arah pasaran Kliwon yang neptunya 8. Langkah berikutnya kita jumlahkan kedua neptunya sebagi berikut : 5 + 8 = 13, jadi jumlah neptu untuk Minggu Kliwon adalah 13.

    Bagi rekan-rekan yang tidak mengetahui hari lahirnya dapat dicari dengan menggunakan tabel berikut :

    [​IMG]

    [​IMG]

    Penggunaan kedua tabel diatas adalah sebagai berikut :

    # Misal hari kemerdekaan bangsa Indonesia jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945. Tanggal tersebut jatuh pada hari apa ? Cara mencarinya adalah kita cari angka 45 pada tabel tahun, kita tarik gurus lurus ke kanan sampai bulan Agustus dan kita dapatkan angka 3.

    # Kemudian angka 3 dijumlahkan dengan angka 17 (tanggal) hasilnya adalah 20.

    # Kita cari angka 20 di tabel "Pencarian hari berdasarkan angka ", kita dapatkan angka 20 terletak pada baris "Jum'at".

    # Dari perhitungan tersebut diatas menunjukkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari JUM'AT.

    Tentunya kita ingin mengetahui Neptu atau pasaran dari tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jum'at dengan Neptu apa? Berikut tabel untuk mengetahui Neptu/ Pasaran :

    [​IMG]

    [​IMG]

    Cara mengetahui Neptu/ Pasaran suatu Tanggal kelahiran dengan menggunakan tabel di atas adalah sebagai berikut :

    # Kita gunakan Contoh diatas yaitu tanggal 17 Agustus 1945 yang mana kita sudah mengetahui bahwa tanggal tersebut jatuh pada hari Jum'at. Disini kita tinggal mencari Neptu/ pasaran dari tanggal tersebut.

    # Kita cari angka 45 pada tabel "Tahun" kemudian kita tarik garis lurus ke kanan sampai pada bulan Agustus yang didapatkan angka "1".

    # Kemudian kita jumlahkan angka "1" dengan 17 (tanggal ) hasilnya adalah "18".

    # Kemudian kita cari angka "18" pada tabel "Pasaran berdasarkan angka" yang mana kita dapatkan angka tersebut terletak pada baris "LEGI".

    # Dari hasil diatas menunjukkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 jatuh pada hari "JUM'AT LEGI" dengan jumlah neptunya adalah "11" ( perhitungan Neptu lihat pada Tabel perhitungan Hari dan Pasaran " )
     
    Last edited: Oct 19, 2017
    #2
  3. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Sistim Penanggalan Jawa
    Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut :

    1. Pancawara – Pasaran; Perhitungan hari dengan siklus 5 harian :

    1. Kliwon/ Kasih
    2. Legi / Manis
    3. Pahing / Jenar
    4. Pon / Palguna
    5. Wage / Kresna/ Langking
    2. Sadwara – Paringkelan, Perhitungan hari dengan siklus 6 harian
    1. Tungle / Daun
    2. Aryang / Manusia
    3. Wurukung/ Hewan
    4. Paningron / Mina/Ikan
    5. Uwas / Peksi/Burung
    6. Mawulu / Taru/Benih.
    3. Saptawara – Padinan, Perhitungan hari dengan siklus 7 harian :
    1. Minggu / Radite
    2. Senen / Soma
    3. Selasa / Anggara
    4. Rebo / Budha
    5. Kemis / Respati
    6. Jemuwah / Sukra
    7. Setu / Tumpak/Saniscara
    4. Hastawara – Padewan, Perhitungan hari dengan siklus 8 harian :
    1. Sri
    2. Indra
    3. Guru
    4. Yama
    5. Rudra
    6. Brama
    7. Kala
    8. Uma
    5. Sangawara – Padangon, Perhitungan hari dengan siklus 9 harian :
    1. Dangu / Batu
    2. Jagur / Harimau
    3. Gigis / Bumi
    4. Kerangan / Matahari
    5. Nohan / Rembulan
    6. Wogan / Ulat
    7. Tulus / Air
    8. Wurung / Api
    9. Dadi / Kayu
    6. Wuku, Perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku :
    1. Sinta...............11. Galungan...................21. Maktal
    2. Landhep.........12. kuningan...................22. Wuye
    3. Wukir..............13. Langkir......................23. Manahil
    4. Kurantil...........14. Mandhasiya..............24. Prangbakat
    5. Tolu.................15. Julungpujud..............25. Bala
    6. Gumbreg.........16. Pahang....................26. Wugu
    7. Warigalit..........17. Kuruwelut.................27. Wayang
    8. Warigagung.....18. Marakeh...................28. Kulawu
    9. Julungwangi....19. Tambir.......................29. Dhukut
    10. Sungsang......20. Medhangkungan.......30 Watugunung
    7. Sasi Jawa – ada 12 :
    1. Sura...............5. Jumadilawal...9. Poso
    2. Sapar.............6. Jumadilakhir..10. Sawal
    3. Mulud.............7. Rejeb............11. Dulkangidah
    4. Bakdomulud...8. Ruwah..........12. Besar
    8. Tahun Jawa – ada 8 :
    1. Alip........3. Jimawal.....5. Dal.......7. Wawu
    2. Ehe........4. Je..............6. Be........8. Jimakir
    9. Windu – umurnya 8 tahun :
    1. Adi / Linuwih
    2. Kuntara / Ulah
    3. Sengara / Panjir
    4. Sancaya / Sarawungan
    10. Lambang – umurnya 8 tahun jumlahnya ada 2 :
    1. Lambang Langkir
    2. Lambang Kulawu.
    11. Kurup – umurnya 15 windu atau 120 tahun, ada 7 kurup (menurut tanggal 1 Suro tahun Alip) :
    1. Senen /Isananiyah....5. Jemuah / Jamngiyah
    2. Selasa Salasiyah.....6. Setu / Sabtiyah
    3. Rebo / Arbangiyah....7. Akad / akdiyah
    4. Kemis / Kamsiyah
    12. Mangsa- jumlahnya 12 :
    1. Kasa / Kartika
    2. Karo / Pusa
    3. Katiga / Manggasri
    4. Kapat / Setra
    5. Kalima / Manggala
    6. Kanem / Maya
    7. Kapitu / Palguna
    8. Kawolu / Wisaka
    9. Kasanga / Jita
    10. Kasepuluh / Srawana
    11. Kasewelas / Sadha
    12. Karolas / Asuji
    Sistim Penanggalan Jawa disebut juga Penanggalan Jawa Candrasangkala atau perhitungan penanggalan bedasarkan peredaran Bulan mengitari Bumi. Petungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan dengan penanggalan Hijriah.

    namun demikian pencocokkan ini bukanlah menjiplak sepenuhnya juga mempergunakan perhitungan yang rumit oleh para leluluhur kita.

    Ada perbedaan yang hakiki antara sistim perhitungan penanggalan Jawa dengan penanggalan Hijriah, perbedaan yang nyata adalah pada saat penetapan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan.

    Candrasangkala Jawa menetapkan bahwa pergantian hari ketika pergantian sasi waktunya adalah tetap yaitu pada saat matahari terbenam (surup – antara pukul 17.00 sampai dengan 18.00), sedangkan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan pada penanggalan Hijriah ditentukan melalui Hilal dan Rukyat.
     
    Last edited: Oct 19, 2017
    #3
  4. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Mencari hari baik

    Dalam melakukan hajat perkimpoian, mendirikan rumah, bepergian dan sebagainya. Kebanyakan orang jawa dahulu, mendasarkan atas hari yang berjumlah 7(senin-minggu) dan pasaran yang jumlahnya ada 5, tiap hari tentu ada rangkapannya pasaran, jelasnya : tiap hari tentu jatuh pada pasaran tertentu.

    Menurut peritungan Jawa pada umumnya dikenal 7 hari yang masing-masing mempunyai jumlah berlainan;

    • Akad (Minggu) jumlah naptu 5
    • Senen (Senin) jumlah naptu 4
    • Selasa (selasa) jumlah naptu 3
    • Rebo (Rabu) jumlah naptu 7
    • Kemis (Kamis) jumlah naptu 8
    • Jumuah (Jum'at) jumlah naptu 6
    • Setu (Sabtu) jumlah naptu 9
    Selain hari, orang Jawa juga sangat percaya adanya watak yang diakibatkan dari pengaruh Dasaran. dikenal adanya 5 pasaran yaitu
    • Kliwon jumlah naptunya 8
    • Legi jumlah naptunya 5
    • Pahing jumlah naptunya 9
    • Pon jumlah naptunya 7
    • Wage jumlah naptunya 4

    Neptu hari atau pasaran kelahiran untuk perkimpoian

    Hari dan pasaran dari kelahiran dua calon temanten yaitu anak perempuan dan anak lelaki masing-masing dijumlahkan dahulu, kemudian masing masing dibuang (dikurangi) sembilan.

    Misalnya :

    Kelahiran anak perempuan adalah hari Jumat (neptu 6) wage (neptu 4) jumlah 10, dibuang 9 sisa 1

    Sedangkan kelahiran anak laki-laki ahad (neptu 5) legi (neptu 5) jumlah 10 dikurangi 9 sisa 1.

    Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:

    Apabila sisa:

    1 dan 4 : banyak celakanya
    1 dan 5 :bisa
    1 dan 6 : jauh sandang pangannya
    1 dan 7 : banyak musuh
    1 dan 8 : sengsara
    1 dan 9 : menjadi perlindungan
    2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
    2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
    2 dan 4 : banyak godanya
    2 dan 5 : banyak celakanya
    2 dan 6 : cepat kaya
    2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
    2 dan 8 : dekat rejekinya
    2 dan 9 : banyak rejekinya
    3 dan 3 : melarat
    3 dan 4 : banyak celakanya
    3 dan 5 : cepat berpisah
    3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
    3 dan 7 : banyak celakanya
    3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
    3 dan 9 : banyak rejeki
    4 dan 4 : sering sakit
    4 dan 5 : banyak godanya
    4 dan 6 : banyak rejekinya
    4 dan 7 : melarat
    4 dan 8 : banyak halangannya
    4 dan 9 : salah seorang kalah
    5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
    5 dan 6 : dekat rejekinya
    5 dan 7 : tulus sandang pangannya
    5 dan 8 : banyak bahayanya
    5 dan 9 : dekat sandang pangannya
    6 dan 6 : besar celakanya
    6 dan 7 : rukun
    6 dan 8 : banyak musuh
    6 dan 9 : sengsara
    7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
    7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
    7 dan 9 : tulus perkimpoiannya
    8 dan 8 : dikasihi orang
    8 dan 9 : banyak celakanya
    9 dan 9 : liar rejekinya

    Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, ditambah neptu pasaran hari perkimpoian dan tanggal (bulan Jawa) semuanya dijumlahkan kemudian dikurangi/ dibuang masing tiga, apabila masih sisa :

    1 = berarti tidak baik, lekas berpisah hidup atau mati
    2 = berarti baik, hidup rukun, sentosa dan dihormati
    3 = berarti tidak baik, rumah tangganya hancur berantakan dan kedua-duanya bisa mati.

    Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, dijumlah kemudian dikurangi / dibuang empat-empat apabila sisanya :

    1 = Getho, jarang anaknya,
    2 = Gembi, banyak anak,
    3 = Sri banyak rejeki,
    4 = Punggel, salah satu akan mati

    Hari kelahiran mempelai laki-laki dan mempelai wanita, apabila :

    Ahad dan Ahad, sering sakit
    Ahad dan Senin, banyak sakit
    Ahad dan Selasa, miskin
    Ahad dan Rebo, selamat
    Ahad dan Kamis, cekcok
    Ahad dan Jumat, selamat
    Ahad dan Sabtu, miskin
    Senen dan Senen, tidak baik
    Senen dan Selasa, selamat
    Senen dan Rebo, anaknya perempuan
    Senen dan Kamis, disayangi
    Senen dan Jumat, selamat
    Senen dan Sabtu, direstui
    Selasa dan Selasa, tidak baik
    Selasa dan Rebo, kaya
    Selasa dan Kamis, kaya
    Selasa dan Jumat, bercerai
    Selasa dan Sabtu, sering sakit
    Rebo dan Rebo, tidak baik
    Rebo dan Kamis, selamat
    Rebo dan Jumat, selamat
    Rebo dan Sabtu, baik
    Kamis dan Kamis, selamat
    Kamis dan Jumat, selamat
    Kamis dan Sabtu, celaka
    Jumat dan Jumat, miskin
    Jumat dan Sabtu celaka
    Sabtu dan Sabtu, tidak baik
     
    Last edited: Oct 19, 2017
    #4
  5. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    HARI-HARI UNTUK MANTU DAN IJAB PENGANTIN

    (baik buruknya bulan untuk mantu):

    1. Bulan Jw. Suro : Bertengkar dan menemui kerusakan (jangan dipakai)
    2. Bulan Jw. Sapar : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai)
    3. Bulan Jw Mulud : lemah, mati salah seorang (jangan dipakai)
    4. Bulan jw. Bakdamulud : diomongkan jelek (boleh dipakai)
    5. Bulan Jw. Bakdajumadilawal : sering kehilangan, banyak musuh (boleh dipakai)
    6. Bulan Jw. Jumadilakhir : kaya akan mas dan perak
    7. Bulan Rejeb : banyak kawan selamat
    8. Bulan Jw. Ruwah : selamat
    9. Bulan puasa : banyak bencananya (jangan dipakai)
    10. Bulan Jw. Syawal : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai)
    11. Bulan Jw. Dulkaidah : kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar dengan teman (jangan dipakai)
    12. Bulan Jw. Besar : senang dan selamat

    HARI PASARAN UNTUK PERKIMPOIAN

    Neptu dan hari pasaran dijumlah kemudian dikurangi/dibuang enam-enam apabila tersisa:

    1 jatuh, mati, (tidak baik) asalnya bumi
    2 jatuh, jodoh (baik) asalnya jodoh dengan langit
    3 jatuh , selamat atau baik asalnya barat
    4 jatuh, cerai atau tidak baik asalnya timur
    5 jatuh, prihatin (tidak baik) asalnya selatan
    6 jatuh, mati besan (tidak baik) asalnya utara

    SAAT TATAL

    Saat tatal dibawah ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu juga untuk pindah rumah, berpergian jauh dan memulai apa saja yang dianggap penting.

    Ketentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :

    1. pasaran legi : mulai jam 06.00 nasehet.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi
    2. pasaran pahing : mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.
    3. pasaran pon : mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki
    4. pasaran wage mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.
    5. pasaran kliwon, mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.
    Dalam memperhitungkan perjodohan seorang harus menghitung jumlah naptu dari hari pasaran kedua calon pengantin tersebut. Menurut kepercayaan di jawa, apabila naptu dari dua orang yang akan dijodohkan berjumlah 25 maka hubungan kedua belah tersebut tidak bisa dilanjutkan. Hal ini disebabkan 25 apabila dikurangi 24 tinggal satu (1) angka I ini tidak bisa dibagi dua (perkimpoian melibatkan dua orang). Angka 24 ini diambil dari angka 3 dikalikan 8, jadi pada pokoknya angka yang paling dihindari adalah tiga (3). Angka tiga dianggap angka sial, karena angka ini adalah angka pati, tali yang mengikat orang mati (Jawa=pocongkkan) berjumlah tiga, jumlah tali itulah yang kemudian dianggap sebagai jumlah angka yang membawa sial. Dan nampaknya orang Jawa pada umumnya masih sangat mempercayai perhitungan ini.

    Selain perhitungan jumlah hari pasaran, perkimpoian pada masa lalu juga mempunyai pantangan tertentu, seseorang tidak boleh menikah dengan orang yang RUBUH KARANG yaitu:

    - Orang yang tinggal saling berhadapan
    - Orang yang tinggal saling membelakangi (ketemu punggung)
    - Orang yang tinggal tepat bersebelahan di kanan kiri

    BULAN TANPA ANGGARA KASIH

    Hari anggara kasih adalah selasa kliwon, disebut hari angker sebab hari itu adalah permulaan masa wuku. Menurut adat Jawa malamnya (senin malam menghadap) anggara kasih orang bersemedi, mengumpulkna kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Siang harinya (selasa kliwon) memelihara, membersihkan pusaka wesi aji, empu mulai membikin keris dalam majemur wayang.

    Bulan – bulan anggoro kasih tidak digunakan untuk mati, hajat-hajat lainnya dan apa saja yang diangggap penting.

    Adapun bulan-bulan tanpa anggara kasih adalah:

    1. dalam tahun Alib bulan 2 : Jumadilakhir dan besar
    2. dalam tahun ehe bulanl 2 dan : jumadilakhir
    3. dalam tahun jimawal bulan 2 : Suro dan rejeb
    4. dalam tahun Je bulan 2 : Sapar
    5. dalam tahun Dal bulan 2 : yaitu sapar dan puasa
    6. dalam tahun Be bulan 2 : mulud dan syawan
    7. dalam tahun wawu bulan 2 : Bakdomulud/syawal
    8. dalam tahuin Jimakir bulan 2 : Jumadilawal dan Dulkaidkah

    Untuk perhitungan mendirikan / pindahan rumah

    A. Pertama-tama yg diperhitungakan adalah Bulan Jawa, yaitu :

    1. Bulan Sura = tidak baik
    2. Bulan Sapar = tidak baik
    3. Bulan Mulud (Rabingulawal) = tidak baik
    4. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir) = baik
    5. Bulan Jumadilawal = tidak baik
    6. Bulan Jumadilakir = kurang baik
    7. Bulan Rejeb = tidak baik
    8. Bulan Ruwah (Sakban) = baik
    9. Bulan Pasa (Ramelan) = tidak baik
    10. Bulan Sawal = sangat tidak baik
    11. Bulan Dulkaidah = cukup baik
    12. Besar = sangat baik

    Berdasarkan perhitungan diatas, bulan yg baik adalah : Bakdamulud, Ruwah, Dulkaidah, dan Besar.

    B. Langkah kedua yaitu menghitung jumlah hari dan pasaran dari suami serta istri.
    1. Suami = 29 Agustus 1973

    - Rabu = 7
    - Kliwon = 8
    - Neptu (Total) = 15
    2. Istri = 21 Desember 1976
    - Selasa = 3
    - Kliwon = 8
    - Neptu (Total) = 11
    Jumlah Neptu Suami + Istri = 15 + 11 = 36

    C. Langkah ketiga, menghitung Pancasuda.
    Jumlah ((Neptu suami + Neptu Istri + Hari Pindahan/Pendirian Rumah) : 5). Bila selisihnya 3, 2, atau 1 itu sangat baik. Cara ini disebut PANCASUDA.

    PANCASUDA :

    1. Sri = Rejeki Melimpah
    2. Lungguh = Mendapat Derajat
    3. Gedhong = Kaya Harta Benda
    4. Lara = Sakit-Sakitan
    5. Pati = Mati dalam arti Luas

    Lalu mengurutkan angka hari pasaran mulai dari jumlah yang paling kecil yaitu (selasa (3) + wage (4) = 7), hingga sampai jumlah yang paling besar yaitu (Sabtu (9) + Pahing (9) = 18.

    7 + 36 = 43 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
    8 + 36 = 44 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
    9 + 36 = 45 : 5 sisa 5 (yg habis dibagi 5 dianggap sisa 5) = Jelek Sekali
    10 + 36 = 46 : 5 sisa 1 = Baik Sekali
    11 + 36 = 47 : 5 sisa 2 = Baik
    12 + 36 = 48 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
    13 + 36 = 49 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
    14 + 36 = 50 : 5 sisa 5 = Jelek Sekali
    15 + 36 = 51 : 5 sisa 1 = Baik Sekali
    16 + 36 = 52 : 5 sisa 2 = Baik
    17 + 36 = 53 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
    18 + 36 = 54 : 5 sisa 4 = Tidak Baik

    Dari paparan tersebut diketahui hari baik untuk mendirikan rumah tinggal, khusus bagi pasangan suami–istri yang hari-pasaran-lahir keduanya berjumlah 36 adalah :

    Terbaik 1 :

    a. hari-pasaran berjumlah 10 ( Selasa Pon, Jumat Wage dan Minggu Legi)
    b. hari-pasaran berjumlah 15 (Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing)
    Terbaik 2 :
    a. hari-pasaran berjumlah 11 (Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage dan Jumat legi)
    b. hari-pasaran berjumlah 16 (Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon)
    Terbaik 3 :
    a. hari-pasaran berjumlah 7 (Selasa Wage)
    b. hari-pasaran berjumlah 12 (Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage dan Minggu Pon)
    c. hari-pasaran berjumlah 17 (Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon)
    D. Selanjutnya pilih salah satu dari 21 hari baik yang berada dalam bulan Bulan Bakdamulud, Bulan Ruwah, Bulan Dulkaidah dan Bulan Besar,

    yaitu:
    1. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir)

    Bulan baik untuk mendirikan sesuatu termasuk rumah tinggal. Keluarga yang bersangkutan mendapat wahyu keberuntungan, apa yang diinginkan terlaksana, cita-citanya tercapai, selalu menang dalam menghadapi perkara, berhasil dalam bercocok-tanam, berkelimpahan emas dan uang, mendapat doa restu Nabi, dan lindungan dari Allah.
    2. Bulan Ruwah (Sakban)
    Bulan baik untuk mendirikan rumah tinggal. Rejeki melimpah dan halal, disegani, dihormati dan disenangi orang banyak, mendapat doa Rasul.
    3. Bulan Dulkaidah
    Cukup baik, dicintai anak istri, para orang tua, saudara, dan handaitaulan. Dalam hal bercocok-tanam lumayan hasilnya. Banyak rejeki dan cukup uang. Keadaan keluarga harmonis, tentram, damai dan mendapatkan doa dari Rasul.
    4. Bulan Besar.
    Baik, banyak mendapat rejeki, berkelimpahan harta-benda dan uang. Anggota keluarga yang berdiam di areal rumah-tinggalnya yang dibangun pada bulan Besar merasakan ketentraman lair batin, serta dihormati.

    Terbaik 1 :

    1. Selasa Pon,
    2. Jumat Wage,
    3. Minggu Legi,
    4. Rabu Kliwon,
    5. Kamis Pon,
    6. Jumat Pahing,
    Terbaik 2 :
    7. Senin Pon,
    8. Selasa Kliwon,
    9. Rabu Wage,
    10. Jumat legi,
    11. Rabu Pahing,
    12. Kamis Kliwon,
    13. Sabtu Pon,
    Terbaik 3 :
    14. Selasa Wage,
    15. Senin Kliwon,
    16. Selasa Pahing,
    17. Rabu Legi,
    18. Kamis Wage,
    19. Minggu Pon,
    20. Kamis Pahing,
    21. Sabtu Kliwon,

    Contoh : Jum’at Pahing

    - 20 April 2007
    - 07 September 2007
    - 21 Desember 2007

    Dalam astrologi Jawa juga dikenal adanya bintang, yang biasa disebut Wuku; ada 30 wuku yang masing-masing mempunyai Dewa (Betara) pelindung (yang kemudian sering dijadikan simbol dari wuku tersebut, seperti misalnya dalam zodiak Sagitarius disimbolkan manusia dengan badan kuda sedang memanah), hari baik, hari sial, dan watak serta bakat sendiri-sendiri. Ke 30 wuku tersebut adalah sebagai berikut:

    1 . Sinta dewa pelindung Dewa Betara Jamadipati
    2. Landep dewa pelindung Dewa Betara Mahadewa
    3. Wukir dewa pelindung Dewa Betara Mahajekti
    4. Kurantil dewa pelindung Dewa Betara Langsur
    5. Tolu dewa pelindung Dewa Betara Baju
    6. Gumbreg dewa pelindung Dewa Betara Tjandra
    7. Warigalit dewa.pelindung Dewa Betara Asmara
    8. Warigagung dewa pelindung Dewa Betara Maharesi
    9. Djulungwangi dewa pelindung Dewa Betara Sambu
    10. Sungsang dewa pelindung Dewa Betara Gana
    11. Galungan dewa pelindung Dewa Betara Kamadjaja
    12. Kuningan dewa pelindung Dewa Betara Indera
    13. Langkir dewa pelindung Dewa Betara Kala
    14. Mandasija dewa pelindung Dewa Betara Brama
    15. Djulungpudjud dewa pelindung Dewa Betara Guritna
    16. Pahang dewa pelindung Dewa Betara Tantra
    17. Kuruwelut dewa pelindung Dewa Betara Wisnu
    18. Marakeh dewa pelindung Dewa Betara Surenggana
    19. Tambir dewa pelindung Dewa Betara Siwah
    20. Medangkungan dewa pelindung Dewa Betara Basuki
    21. Maktal dewa pelindung Dewa Betara Sakri
    22. Wuje dewa pelindung Dewa Betara Kuwera
    23. Manahil dewa pelindung Dewa Betara Tjitragotra
    24. Prangbakat dewa pelindung Dewa Betara Bisma
    25. Bala dewa pelindung Dewa Betari Durga
    26. Wugu dewa pelindung Dewa Betara Singdjalma
    27. Wajang dewa pelindung Dewa Betari Sri
    28. Kuwalu dewa pelindung Dewa Betara Sadana
    29. Dukut dewa pelindung Dewa Betara Sakri
    30. Watugunung dewa pelindung Dewa Betara Anantaboga
     
    Last edited: Oct 19, 2017
    #5
  6. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Berikut Langkah-langkah Mencari Wuku
    Langkah 1.
    Tentukan tanggal, bulan dan tahun kelahiran seseorang yang akan dicari wukunya
    Langkah 2.
    Bulan kelahiran dikurangi dengan angka satu, lalu dikali dengan angka empat. Ingat, Bulan kelahiran dirubah menjadi angka. Misalnya, bulan february menjadi 2, bulan maret menjadi 3, bulan september menjadi 9 dst.
    Langkah 3.
    Tanggal kelahiran dibagi dengan angka tujuh. Jika hasilnya adalah bilangan pecahan, seperti 2,7 maka dibulatkan menjadi 3. (rubah menjadi yang paling mendekati bilangan bulat)
    Langkah 4.
    Cari angka dalam tabel berdasarkan tahun kelahiran Anda dibawah ini, lalu jumlahkan (ditambah) dengan hasil yang telah Anda dapatkan diatas tadi. Jika nilainya lebih besar dari 30, maka nilai tersebut harus dikurangi dengan angka 30. Jika ternyata lebih kecil dari 30 maka tidak perlu dikurangin.

    Rumus!!
    Bulan kelahiran (-) 1 x 4 = Hasil_Bln
    Tanggal kelahiran (/) 7 = Hasil_Tgl
    Hasil_Bln (+) Hasil_Tgl (+) Angka dalam tabel = Hasil_satu

    TAHUN | ANGKA
    1900 | 14
    1901 | 6
    1902 | 28
    1903 | 20
    1904 | 12
    1905 | 4
    1906 | 27
    1907 | 19
    1908 | 11
    1909 | 3

    1910 | 25
    1911 | 17
    1912 | 10
    1913 | 2
    1914 | 24
    1915 | 16
    1916 | 8
    1917 | 1
    1918 | 13
    1919 | 15

    1920 | 7
    1921 | 29
    1922 | 21
    1923 | 14
    1924 | 6
    1925 | 28
    1926 | 20
    1927 | 12
    1928 | 4
    1929 | 27

    1930 | 19
    1931 | 11
    1932 | 3
    1933 | 25
    1934 | 18
    1935 | 10
    1936 | 2
    1937 | 24
    1938 | 16
    1939 | 8

    1940 | 1
    1941 | 23
    1942 | 15
    1943 | 7
    1944 | 29
    1945 | 22
    1946 | 14
    1947 | 6
    1948 | 28
    1949 | 20

    1950 | 12
    1951 | 5
    1952 | 27
    1953 | 19
    1954 | 11
    1955 | 3
    1956 | 25
    1957 | 18
    1958 | 10
    1959 | 2

    1960 | 24
    1961 | 16
    1962 | 9
    1963 | 1
    1964 | 23
    1965 | 15
    1966 | 7
    1967 | 29
    1968 | 22
    1969 | 14

    1970 | 6
    1971 | 28
    1972 | 20
    1973 | 13
    1974 | 5
    1975 | 27
    1976 | 19
    1977 | 11
    1978 | 3
    1979 | 26

    1980 | 18
    1981 | 10
    1982 | 2
    1983 | 24
    1984 | 16
    1985 | 9
    1986 | 1
    1987 | 3
    1988 | 15
    1989 | 7

    1990 | 30
    1991 | 22
    1992 | 14
    1993 | 6
    1994 | 28
    1995 | 20
    1996 | 13
    1997 | 5
    1998 | 27
    1999 | 19

    2000 | 11
    2001 | 4
    2002 | 26
    2003 | 18
    2004 | 10
    2005 | 2
    2006 | 24
    2007 | 17
    2008 | 9
    2009 | 1

    2010 | 23
    2011 | 15
    2012 | 7
    2013 | 30
    2014 | 22
    2015 | 14
    2016 | 6
    2017 | 28
    2018 | 21
    2019 | 13
    2020 | 5

    Langkah 5.

    Cari angka penyesuaian dalam tabel dibawah ini berdasar bulan kelahiran.

    BULAN | PENYESUAIAN
    January | -1
    Februari | 0
    Maret | 0
    April | 0
    Mei | 0
    Juni | +1
    Juli | +1
    Agustus | +1
    September | +2
    Oktober | +2
    November | +2
    Desember | +2
    Langkah 6.
    Angka yang dihasilkan dalam langkah ke-empat dijumlahkan dengan angka penyesuaian yang ada pada tabel penyesuaian bulan diatas.
    Langkah 7.
    Ini merupakan langkah terakhir, silahkan cari wuku Anda dari hasil penjumlahan diatas pada tabel nama wuku berdasarkan angka dibawah ini.
    NAMA WUKU BERDASARKAN ANGKA
    1. Sinta
    2. Landep
    3. Wukir / Ukir
    4. Kurantil
    5. Tolu
    6. Gumbreg
    7. Warigalit / Wariga
    8. Warigagung / Warigadian
    9. Julungwangi
    10. Sungsang
    11. Galungan / Dungulan
    12. Kuningan
    13. Langkir
    14. Mandasia
    15. Pujut / Julungpujut
    16. Pahang
    17. Kuruwelut / Kerulut
    18. Marakeh
    19. Tambir
    20. Madangkungan
    21. Maktal / Natal
    22. Wuyu / Uye
    23. Manahil / Menahil
    24. Prangbakat
    25. Bala
    26. Wugu / Ugu
    27. Wayang
    28. Kulawu / Kelawu
    29. Dukut
    30. Watugunung /Gunung

    Jika Anda masih bingung, saya akan memberikan dua contoh dalam mencari wuku.
    Contoh 1.
    Mencari Wuku Tanggal Kelahiran 19 Juli 1942
    1. #Bulan Juli# 7 - 1 = 6 x 4 = 24
    2. #Tanggal# 19/7 = 2,7 (dibulatkan menjadi angka 3)
    3. 24 + 3 = 27
    4. Lihat angka pada tabel diatas untuk tahun 1942, yakni 15.
    5. 27 + 15 = 42
    6. Karena hasilnya lebih besar dari 30, maka harus dikurangi dengan angka 30, menjadi 42 - 30 = 12
    7. Lihat angka penyesuaian untuk bulan Juli, yakni +1
    8. Berarti 12 + 1 = 13
    9. Lihat wuku Anda pada tabel diatas di no urut 13, yakni Langkir
    10. Hasilnya, Wuku seseorang yang lahir pada tanggal 19 Juli 1942 adalah Langkir.

    Jika contoh diatas belum bisa membuat Anda paham, silahkan tulis saja tanggal kelahiran Anda pada trit. Secepatnya Saya akan membantu mencarikan wuku Anda.

     
    Last edited: Oct 20, 2017
    #6
  7. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Penjabaran Watak Berdasarkan Wuku

    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Yamadipati.
    2. Pohonnya Gendhayakan : Menjadi pelindung atau penolong orang sakit.
    3. Burungnya Gagak : Bisa menerima wangsit / ilham.
    4. Gedhongnya di depan : Suka memperlihatkan kekayaannya.
    5. Amandhi Umbul-umbul : Punya kemuliaan.
    6. Wuku Sinta Wulan Karahinan (bulan kesiangan) : Tidak sabaran.
    7. Aralnya : Ketika sedang mendapat peningkatan tidak dermawan, maka menyebabkan kejatuhannya.
    8. Sedekah / sesaji : Nasi pulen dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya pindang kerbau seharga 21 ketheng tidak boleh menawar.
    9. Do'anya : Tolak bilahi.
    10. Kala Jaya Bumi : Ada di timur laut menghadap barat daya.
    11. Saat wukunya berjalan, selama 7 hari : Sebaiknya tidak bepergian ke arah timur laut.
    12. Sinta patine wong ngawig : Matinya orang yang merasa mulia.
    13. Wuku Sinta baik untuk mengobati, membuat sarat supaya banyak hujan, mengobati / menawarkan orang terkena pengasihan atau sebaliknya.
    14. Tidak baik untuk menanam dan membuka pekarangan.
    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Maha Dewa.
    2. Pohonnya Gendhayakan : Menjadi pelindung atau penolong orang sakit.
    3. Burungnya Atat Kembang : Menjadi pegawainya orang besar, sering mengabdi.
    4. Gedhongnya di depan : Suka memperlihatkan kekayaannya.
    5. Kakinya berendam di air : Perintahnya lembut di depan panas di belakang. Wuku Landhep Soroting Srengenge
    6. Menerangi hati semua orang. Aralnya : Kejatuhan pohon / kayu.
    7. Sedekah / sesaji : Nasi pulen dang-dangan beras senilai zakat fitrah, iwake menjangan dikolak, digecok, dan dibakar.
    8. Do'anya : Kabul, Selawatnya : 4 ketheng.
    9. Kala Jaya Bumi : ada di barat menghadap ke timur.
    10. Selama 7 hari jangan mendatangi Kala.
    11. Landep mina pringga pati.
    12. Wuku Landep baik untuk mengasah pedang, membuat pagar, membuat wisaya ikan.
    13. Tidak baik untuk pindah rumah, punya hajat perkawainan, berusaha , dan membuat pintu
    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Mahayekti.
    2. Pohonnya Nagasari : wataknya prihatin.
    3. Burungnya Manyar : tidak mau dilebihi.
    4. Gedhongnya di depan : Suka memperlihatkan kekayaannya dan dermawan.
    5. Wukir asri saka kadohan, yen dicedhaki mbilaheni : Wukir / gunung, (nampak indah dari kejauhan, kalau didekati berbahaya) : tidak diketahui isi hatinya dan berwatak suka memerintah.
    6. Aralnya : dianiaya. Sedekah / sesaji : Nasi uduk dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya ayam putih dan kuluban (rebusan daun) lima macam.
    7. Do'anya : rajukna, slawatnya : 5 ketheng.
    8. Kala Jaya Bumi : ada di tenggara menghadap barat laut.
    9. Selama 7 hari menghindari bepergian ke arah tenggara.
    10. Wukir sato wana (hewan hutan) lesu : Memiliki pengaruh menundukkan hutan.
    11. Wuku Wukir baik untuk mantu, memperbaiki apa saja, berteman tulus.
    12. Tidak baik untuk pergi tetirah, mengobati penyakit, memasang tumbal, dan mendirikan rumah.
    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Langsur.
    2. Pohonnya Inggas : Selalu terburu-buru tetapi hatinya penyabar.
    3. Burungnya Slindhitan : tidak suka menganggur.
    4. Gedhongnya Terbalik : Boros tidak bisa menyimpan harta.
    5. Angiwakake banyu (air) : Suka selingkuh.
    6. Membawa umbul-umbul : Bisa hidup senang.
    7. Wuku Kurantil Anggara Kasih nuju Wogan : tidak baik hatinya.
    8. Aralnya : kalau memanjat.
    9. Sedekah / sesaji : Ttumpeng dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya ayam blirik dipecel.
    10. Do'anya : pina, slawatnya : 7 ketheng.
    11. Kala Jaya Bumi : ada di bawah menghadap ke atas.
    12. Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari kegiatan ke arah bawah.
    13. Kurantil ibarat burung Dhandhang mati kelaparan : kesulitan mendapat nafkah. Wuku Kurantil baik untuk mencari jodoh. Tidak baik untuk menikahkan anak, mengumpulkan orang, menanam, berteman sering bertengkar.
    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Bayu.
    2. Burungnya Branjangan : suka membuat perkara.
    3. Umbul-umbulnya ada di belakang : Keberuntungannya jatuh belakangan.
    4. Gedhongnya didepan : suka memamerkan kekayaannya.
    5. Wuku Tolu : angkuh dan susah dilayani kemauannya.
    6. Aralnya : kena gigitan taring dan sengat.
    7. Sedekah / sesaji : Nasi uduk dang-dangan beras senilai zakat fitrah lauknya ayam dilembaran.
    8. Do'anya : Kabul, slawatnya : 4 ketheng.
    9. Kala Jaya Bumi : ada di barat laut menghadap tenggara.
    10. Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari bepergian kearah barat laut.
    11. Tolu pasarean kehing wuku : Tolu kuburan semua wuku (minggu).
    12. Wuku Tolu baik untuk mencari nafkah, mengobati orang sakit, menanam pindah tempat, mantu.
    13. Tidak baik untuk berkhianat, berjudi, memanen buah-buahan yang pohonnya tinggi (palakirna).
    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Cakra.
    2. Pohonnya Beringin : menjadi tempat berlindung.
    3. Burungnya Ayam Alas : disenangi orang berpangkat.
    4. Gedhongnya di sebelah kiri : tulus ikhlas.
    5. Kakinya berendam di air : Perintahnya lembut di depan panas di belakang.
    6. Gumbreg geter wong tinuku abane : Berwibawa dan berpengaruh, semua perintahnya diikuti bawahan.
    7. Aralnya : kalau berada di air.
    8. Sedekah / sesaji : Nasi dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya ayam barumbun dipindang, kuluban 9 macam.
    9. Do'anya : rajukna, slawatnya : 4 ketheng.
    10. Kala Jaya Bumi : ada di selatan.
    11. Kalau wukunya berjalan, selama 7 hari hendaknya menghindari bepergian ke arah selatan.
    12. Gumbreg patining wreksa : Gumbreg kelemahan bagi yang mengandalkan kekuatan jasmani.
    13. Wuku Gumbreg baik untuk merundingkan berbesanan, untuk mencari nafkah mendapat keberuntungan.
    14. Tidak baik untuk menanam kebun, mendirikan rumah, memulai berbagai karya dan bepergian.
    [​IMG]
    1. Dewa Bumi : Bethara Asmara.
    2. Pohonnya Sulkastri Tanpa Bunga, Buahnya jadi obat : Kesayangan pembesar.
    3. Burungnya Kepodang : Wataknya pemarah.
    4. Menghadap Candi : hidupnya selalu prihatin.
    5. Warigalit tan nganti sandhang pangane Selalu tidak kecukupan sandhang pangannya.
    6. Aralnya : sering ikut terserempet perkara.
    7. Sedekah / sesaji : Nasi dang-dangan beras senilai zakat fitrah, lauknya ikan rancaban digecok.
    8. Do'anya : tulak bilahi, slawatnya : 4 ketheng.
    9. Kala Jaya Bumi : ada di atas menghadap ke bawah.
    10. Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari kegiatan memanjat.
    11. Wuku Warigalit baik untuk berkenalan dan persaudaraan, memuliakan leluhur, mengalirkan air, bepergian mengunjungi sanak kerabat.
    12. Tidak baik untuk menyeleweng, bepergian jauh dan berperang.
     
    Last edited: Oct 21, 2017
    #7
  8. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Watak / Sifat Berdasarkan Wuku

    1. Wuku Sinta

    Wuku Sinta ini dinaungi oleh Dewa Batara Yamadipati, orang yang berwuku Sinta mempunyai watak:
    – cemburu dan pemarah, tetapi halus budi pekertinya, ramah dan cerdas.
    – kehidupannya bisa beruntung dan dapat menjadi perlindungan serta membantu orang-orang yang susah dalam kehidupan atau menderita.
    – selalu menampilkan wajah yang gembira, sehingga kelihatan muda.
    – tidak pernah mendendam terhadap siapa pun.
    – selalu memperlakukan orang dengan baik.
    – karena sifatnya yang baik itu, banyak orang yang ingin berdekatan dengannya dengan maksud agar mendapatkan perlindungan.
    – segala perintahnya harus dilaksanakan dan bila diturut atau dilaksanakan akan bermanfaat besar baik untuk kepentingan orang lain maupun dirinya sendiri.
    – setiap pekerjaan selalu dijalankan dengan tekun dan rapi.

    2. Wuku Landhep

    Wuku Landhep ini dinaungi oleh Dewa Batara Mahadewa, orang berwuku Landhep mempunyai watak:
    – mempunyai sifat terbuka dan murah rezeki.
    – berwajah simpatik sehingga banyak orang yang tertarik kepadanya.
    – tidak pernah mendendam terhadap siapa pun.
    – siapa pun orangnya selalu diperlakukan dengan baik, dan oleh karenanya banyak orang yang berdatangan minta bantuan.
    – adakalanya tidak konsekuen.
    – perintahnya harus diikutinya, tetapi agak toleran

    3. Wuku Wukir

    Dinaungi oleh Dewa Batara Manayekti, orang yang berwuku wukir mempunyai watak:
    – baik hati dan pemurah (dermawan)
    – berbudi luhur dan berwibawa
    – nasehatnya selalu diikuti
    – kehidupannya tentram dan banyak rezekinya
    – pekerjaannya cekatan, teliti dan jujur sehingga disayang oleh atasannya
    – kurang tabah menghadapi bahaya dan pendiriannya mudah dipengaruhi oleh orang lain
    – suka bekerja dan tekun

    4. Wuku Kurantil

    Dinaungi oleh Dewa Batara Langsur, orang yang berwuku Kurantil mempunyai watak:
    – simpatik dan ramah tamah
    – banyak handai tolan yang menyenangi
    – sabar tetapi mempunyai pendirian tegas
    – sedikit gemar menghamburkan uang, sehingga seringkali mengalami kesukaran dalam hal keuangan
    – mudah mencari uang dan banyak relasinya
    – disayang oleh atasannya

    5. Wuku Tolu

    Dinaungi oleh Dewa Batara Bayu, orang yang berwuku Tolu mempunyai watak:
    – ramah tamah, namun keras hatinya
    – mempunyai pandangan luas
    – cekatan dalam melakukan tugasnya serta terampil dalam menyelesaikan pekerjaannya
    – kuat tidak tidak tidur pada malam hari serta pemberani
    – rezekinya murah dan dermawan, tetapi sayang haus akan pujian akan dirinya atau suka disanjung-sanjung
    – bila disanjung-sanjung gampang keluar uangnya

    6. Wuku Gumbreg

    Dinaungi oleh Dewa Batara Cakra, orang yang berwuku Gumbreg mempunyai watak:
    – terbuka dan berterus terang
    – otaknya cerdas sehingga pemikiran dan pendapatnya dikagumi banyak orang
    – lemah lembut budi bahasa dan tutur katanya
    – pembicaraannya memikat pendengarnya
    – murah rezeki, tetapi sayang agak angkuh
    – perintah-perintahnya halus, tetapi cukup berkeras
    – dapat menjadi perlindungan sanak keluarga

    7. Wuku Warigalit

    Dinaungi oleh Dewa Batara Asmara, orang yang berwuku Warigalit mempunyai watak:
    – berkecenderungan berganti pasangan hidup
    – sangat cemburuan, sehingga tak mudah mempercayai orang lain
    – senang hidup menyenderi
    – bila pria, berwajah simpatik (tampan), bila wanita mempunyai paras cantik sehingga banyak orang tertarik
    – pendiriannya tidak tetap, sehingga mempengaruhi cita-citanya dan keinginannya

    8. Wuku Warigagung

    Dinaungi oleh Dewa Batara Maharesi, orang yang berwuku Warigagung mempunyai watak:
    – waspada dan hati-hati
    – selalu melaksanakan tugas dengan baik yang menjadi tanggungjawabnya
    – ramah tamah dan halus budi bahasanya
    – nasihatnya diikuti oleh semua orang yang memerlukannya
    – mempunyai pendirian yang kuat dan teguh, hal ini menyangkut tanggungjawabnya
    – rezekinya lumayan, cukup untuk kebutuhan sehari-hari
    – penghemat dan sayang dengan semua harta miliknya, tidak mau cara hidup main untung-untungan

    9. Wuku Julungwangi

    Dinaungi oleh Dewa Batara Sambu, orang yang berwuku Julungwangi mempunyai watak:
    – banyak bicara tetapi sifatnya terbuka
    – pemurah hati, tidak tega melihat saudaranya susah atau sengsara/menderita sehingga tidak segan-segan untuk memberi bantuan
    – berbudi luhur dan banyak yang senang terhadapnya
    – pandai/mudah mencari pekerjaan yang disenangi
    – mudah mencari rezeki

    10. Wuku Sungsang

    Dinaungi oleh Dewa Batara Gana, orang yang berwuku Sungsang mempunyai watak:
    – seringkali berbuat khilaf (pelupa)
    – orangnya rajin dan bersemangat kerja
    – agak boros dalam soal uang sehingga sering menggerutu setengah tidak ikhlas
    – pandai menyesuaikan diri

    11. Wuku Galungan

    Dinaungi oleh Dewa Betara Kamajaya, orang yang berwuku Galungan mempunyai watak:
    – mudah tersinggung dan mudah marah
    – merasa iri hati terhadap harta kekayaan orang lain serta keberuntungan orang lain
    – mudah sekali jatuh cinta
    – harta kekayaannya cepat habis karena suka hidup berfoya-foya tak menentu, sehingga seringkali hidup menderita
    – wajahnya rupawan, pendiriannya mantap tidak mudah goyah
    – pandai mempengaruhi dan menarik perhatian orang lain

    12. Wuku Kuningan

    Dinaungi oleh Dewa Betara Indra, orang yang berwuku Kuningan mempunyai watak:
    – pandai bicara serta percakapannya enak didengar
    – mempunyai sifat angkuh
    – teliti serta cekatan melaksanakan pekerjaan yang menjadi tugasnya
    – hemat dalam penggunaan uang
    – mempunyai sifat pemalu, sering menjadi penghambat kemajuannya
    – tegas dan otaknya cerdas

    13. Wuku Langir

    Dinaungi oleh Dewa Betara Kala, orang yang berwuku Langir mempunyai watak:
    – mudah marah tetapi cepat selesai dan tidak pernah mendendam seseorang
    – adil, tidak pandang bulu
    – mudah menyesuaikan diri
    – taat pada atasan untuk melaksanakan tugas

    14. Wuku Mandasia

    Dinaungi oleh Dewa Betara Brama, orang yang berwuku Mandasia mempunyai watak:
    – pendiriannya kuat dan tegas
    – banyak orang yang menyukainya karena bisa dimintai bantuannya
    – budi bahasanya halus tetapi tegas kemauannya tidak mudah dipengaruhi oleh siapa pun
    – kadang-kadang mempunyai sifat kurang sabar
    – meskipun tidak kikir tetapi sangat hati-hati mengeluarkan uang
    – mudah mencari rezeki yang didapat dari mana saja secara halal
    – hidupnya tenang, tidak kekurangan suatu apa, hal ini karena mempunyai sifat jujur

    15. Wuku Julungpujut

    Dinaungi oleh Dewa Betara Guritna, orang yang berwuku Julungpujut mempunyai watak:
    – pendiam
    – tidak mudah marah, tetapi kalau sudah marah sukar dikendalikan emosinya
    – tutur katanya baik, ramah dan sopan santun
    – mempunyai wajah rupawan
    – semangatnya tinggi untuk memenuhi/mengejar cita-citanya
    – perasaannya sangat peka dan mudah tersinggung
    – pandai menyimpan rahasia

    16. Wuku Pahang

    Dinaungi oleh Dewa Betara Tantra, orang yang berwuku Pahang mempunyai watak:
    – terlalu hati-hati dalam bertindak
    – mudah bila dimintai bantuannya
    – tidak sayang mengeluarkan bantuan untuk sosial
    – bicaranya blak-blakan/terus terang, sehingga sering menyinggung perasaan orang lain
    – berani menyerempet bahaya
    – rezekinya mudah, karena mudah bergaul

    17. Wuku Kuruwelut

    Dinaungi oleh Dewa Betara Wisnu, orang yang berwuku Kuruwelut mempunyai watak:
    – daya ingatnya kuat, arif bijaksana
    – konsekuen dengan segala apa yang telah menjadi keputusannya
    – tahan menderita
    – mudah mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari
    – bertindak adil dan sebagai pengayom keluarga
    – tidak mudah putus as, wirasatnya tajam, kalau wanita intuisinya kuat

    18. Wuku Marekeh

    Dinaungi oleh Dewa Betara Surenggana, orang yang berwuku Marekeh mempunyai watak:
    – dalam bertindak selalu hati-hati dan mantap
    – agak suka menonjolkan diri terutama mengenai kepandaiannya
    – berpandangan luas, bersifat tulus iklhas
    – cinta pada semua keluarga
    – mudah mencari harta benda, tetapi suka memamekannya kepada orang lain

    19. Wuku Tambir

    Dinaungi oleh Dewa Betara Siwah, orang yang berwuku Tambir mempunyai watak:
    – jalan pikirannya sukar diikuti, sebab yang dikatakan seringkali tidak sesuai dengan isi hatinya
    – pandai bersilat kata
    – terbuka, suka menonjolkan diri
    – pandai mengatur keuangan
    – pandai menyebarluaskan berita bohong, sehingga orang yang mendengar percaya

    20. Wuku Wadangkungan

    Dinaungi oleh Dewa Betara Basuki, orang yang berwuku Wadangkungan mempunyai watak:
    – bisa dipercaya
    – apa yang dikatakan selalu benar
    – jalan pikirannya teratur
    – pendapat dan hasil penemuannya sangat mengagumkan orang banyak
    – senang merantau, dan diperantauan itu ia dapat hidup senang. agak senang atas kepandaian dan kekayaannya

    21. Wuku Maktal

    Dinaungi oleh Dewa Betara Sakri, orang yang berwuku Maktal mempunyai watak:
    – memiliki semangat tinggi dan berbudi luhur
    – segala tindakannya telah dipikirkan masak-masak
    – tutur kata dan budi bahasanya halus/sopan
    – pikirannya tajam
    – pekerjaannya cepat, tetapi rapi dan teliti sehingga disayang oleh atasannya
    – hidupnya selalu beruntung, hanya sayang sedikit sombong/angkuh
    – harta kekayaannya diperoleh dari hasil jerih payahnya karena keahliannya

    22. Wuku Wuye

    Dinaungi oleh Dewa Betara Kuwena, orang yang berwuku Wuye mempunyai watak:
    – tegas dalam tindakannya dan sedikit bicaranya
    – berbicara seperlunya, singkat tetapi padat isinya
    – menginginkan hidup tentram dan tidak suka melakukan pekerjaan yang menanggung risiko dan merugikan pihak lain
    – dalam segala tindakannya selalu berhati-hati
    – pandai memecahkan persoalan karena pikirannya tajam, mempunyai sifat adil
    – sifatnya pemurah, banyak rezekinya, panjang umurnya tetapi sayang agak cemburuan dan tidak mudah percaya kepada setiap orang

    23. Wuku Manahil

    Dinaungi oleh Dewa Betara Sitragatra, orang yang berwuku Manahil mempunyai watak:
    – pandai menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya
    – pikiran dan perasaannya tajam dan cepat tanggap
    – halus budi bahasanya, hanya sayang agak angkuh dan suka menonjolkan diri
    – mencari kekayaan atau rezeki semampunya (tidak serakah)
    – dalam soal makanan sangat sederhana (tidak senang berpesta pora)
    – sangat berhati-hati mengerjakan sesuatu
    – meskipun tidak berpangkat tetapi wibawanya cukup besar apalagi kalau berpangkat
    – satunya kata dengan perbuatan

    24. Wuku Prangbakat

    Dinaungi oleh Dewa Betara Bisma, orang yang berwuku Prangbakat mempunyai watak:
    – agak tertutup
    – berkemauan keras dan tegas dalam segala tindakannya
    – tidak mudah putus asa, tabah menghadapi segala rintangan, sayang agak angkuh
    – segala sesuatu dihadapi dengan tenang
    – dikaruniai umur panjang, banyak rezekinya
    – segala perintahnya bisa berakibat panjang bila tidak diindahkan

    25. Wuku Bala

    Dinaungi oleh Dewa Betara Durga, orang yang berwuku Bala mempunyai watak:
    – pikirannya cerdas tetapi agak sombong
    – segala perintahnya mengandung pengaruh yang ditakuti oleh orang
    – hidupnya dengan orang-orang besar dan banyak kesempatan mengambil keuntungan
    – pandai mencari gara-gara di mana-mana
    – budi bahasanya polos, dalam penuturannya kurang bijaksana, sehingga seringkali menyakitkan hati orang yang mendengarnya, meskipun dalam hatinya baik

    26. Wuku Wugu

    Dinaungi oleh Dewa Betara Singajalma, orang yang berwuku Wugu mempunyai watak:
    – selalu kelihatan berlaku hati-hati meskipun sebenarnya agak sembrono
    – banyak rezekinya, tetapi agak sayang mengeluarkan uang yang tidak semestinya
    – bercita-cita luhur dan mempunyai pandangan dan pengetahuan luas, hanya sayang agak cemburuan
    – perasaannya sangat peka dalam menanggapi sesuatu (mudah tersinggung)

    27. Wuku Wayang

    Dinaungi oleh Dewi Betari Sri, orang yang berwuku Wayang mempunyai watak:
    – sifatnya halus dan luhur budi pekertinya
    – tutur katanya enak didengarkan
    – banyak orang yang menyukainya, sehingga hidupnya selalu beruntung
    – berwajah rupawan, sehingga menjadi kesayangan orang-orang besar
    – berjiwa sosial yang sangat tinggi, tidak segan-segan berkurban demi kepentingan orang lain
    – segala perintahnya menyejukkan hati orang dan mengandung arti yang sangat dalam, serta segala nasihatnya dituruti orang

    28. Wuku Kulawu

    Dinaungi oleh Dewa Betara Sadana, orang yang berwuku Kulawu mempunyai watak:
    – berlaku jujur dalam perbuatannya
    – mudah menaruh belas kasihan terhadap orang lain yang sedang menderita, sehingga banyak orang yang menyukainya
    – rezekinya banyak, tetapi tidak bisa menyimpan uang
    – terbuka, murah hati dan suka humor
    – menaruh rasa hormat terhadap orang lain
    – mendapat kepercayaan atasannya atas kejujurannya

    29. Wuku Dukut

    Dinaungi oleh Dewa Betara Baruna, orang yang berwuku Dukut mempunyai watak:
    – selalu waspada dalam segala pekerjaannya
    – halus tutur bahasanya serta tajam otaknya
    – hidupnya selalu beruntung, hanya sayang agak angkuh
    – segala sesuatu yang menarik selalu ingin dimilikinya
    – pandai mengumpulkan harta benda
    – banyak orang yang menyukainya, karena rasa sosialnya cukup tinggi
    – keberaniannya pun bisa dipuji

    30. Wuku Watugunung

    Dinaungi oleh Dewa Betara Antaboga, orang yang berwuku Watugunung mempunyai watak:
    – pendiam, bicara seperlunya saja
    – tak kalah untuk mempertahankan pendiriannya
    – berwajah simpatik, hanya tak suka bergaul
    – wataknya sangat cemburu
    – keinginannya tempat-tempat yang sunyi dan suka menyendiri
    – berbakat sebagai pertapa
    – cita-citanya tinggi
     
    Last edited: Oct 22, 2017
    #8
  9. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Reserved For Update
     
    #9
  10. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Reserved For Update
     
    #10
  11. ti

    tixoez Pendatang

    Joined:
    Sep 29, 2017
    Threads:
    1
    Messages:
    9
    Likes Received:
    1
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    4
    ijin menyimak om..
    nunggu kelanjutannya :D
     
    #11
  12. ti

    tixoez Pendatang

    Joined:
    Sep 29, 2017
    Threads:
    1
    Messages:
    9
    Likes Received:
    1
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    4
    ijin menyimak om..
    nunggu kelanjutannya :D
     
    #12
  13. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Monggo om, Silahkan.....
     
    #13
  14. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Morning Para Penghuni Forsuper Sebelah


    "Find the place inside where there's joy, and the joy will burn out the pain"
     
    #14
  15. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Update Di Pejwan
     
    #15
  16. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Update Wuku Di Post 7
     
    #16
  17. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Selamat Pagi Forsuper


    "Ideologi memisahkan kita. Mimpi dan kesedihan membawa kita bersama."
     
    #17
  18. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Selamat Malam Forsuper


    "Ideologi memisahkan kita. Mimpi dan kesedihan membawa kita bersama"
     
    #18
  19. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Selamat Sore Menjelang malam
     
    #19
  20. MahesaTunggal

    MahesaTunggal Pemilik Forum
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 12, 2017
    Threads:
    10
    Messages:
    340
    Likes Received:
    19
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    21
    Selamat Siang Warga Sebelah,
    Baru Onlen Habis Mencari Susuatuh
     
    #20

Share This Page