JABAR Pasca Pilkada, posisi Jokowi diprediksi menguat sedangkan negosiasi alot

Discussion in 'PILKADA 2018' started by santosoland, Jul 2, 2018.

  1. santosoland

    santosoland Kids Jaman Now
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 16, 2017
    Threads:
    197
    Messages:
    321
    Likes Received:
    16
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    11
    3100890853.jpg

    Meski posisi Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres disebut menguat setelah Pilkada 2018. Namun masih banyaknya suara liar dan kebuntuan negosiasi parpol besar dalam pencapresan menaikkan daya tawar parpol kelas menengah.

    Demikian dikemukakan pengamat pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto, saat memaparkan konsekuensi hasil Pilkada 2018 terhadap persaingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Salah satu konsekuensi adalah naiknya nilai tawar partai-partai menengah ke bawah.

    "Konsekuensi hasil Pilkada ini berdampak pada naiknya posisi tawar partai-partai menengah ke bawah. [Ini] dapat membuat negosiasi politik menjadi alot," kata Arif, Minggu (1/7/2018). Partai-partai menengah yang dimaksud Arif adalah PKS, PAN, dan PKB.

    Partai menengah ke bawah, ujarnya, merupakan partai yang jumlah kursinya di DPR tak begitu signifikan. Akan tetapi ketika suara partai-partai menengah ke bawah tersebut naik, nilai tawarnya bisa membuka peluang munculnya poros ketiga menjelang Pilpres 2019.

    "Manakala kebuntuan politik terjadi, peluang bagi poros ketiga menjadi kembali terbuka," ujarnya.

    Lebih lanjut, Arif juga menambahkan, pulau Jawa merupakan salah satu jumlah pemilih terbesar. Namun arah politiknya terlihat masih liar dan tidak begitu terarah akan kemana berlabuhnya.

    "Dengan jumlah penduduk besar, Jawa masih merupakan kunci. Tetapi persaingan antara Jokowi dan Prabowo di enam daerah berpeluang mengalami pergeseran, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujarnya.

    Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai momen Pilkada 2018 membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di atas angin karena dukungan sejumlah paslon yang unggul versi quick count.

    Mereka yang langsung memberikan dukungan kepada Jokowi seusai quick count dilakukan di antaranya adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak. Ridwan-Uu diusung Nasdem, PPP, Hanura, dan PKB di Pilkada Jabar, sedangkan Khofifah-Emil unggul di Pilkada Jawa Timur.

    Di sisi lain, posisi Jokowi yang kini di atas angin dinilai akan membuat sejumlah tokoh ingin menjadi calon wakil presiden untuknya. Kondisi itu berbeda dengan Prabowo yang terlihat belum memantapkan siapa calon wapres yang akan mendampinginya.

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sebelumnya mengatakan partainya akan membahas calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pekan depan. Fadli mengatakan fokus Gerindra, PKS dan PAN untuk Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Sekarang saat yang tepat untuk mempersiapkan Pilpres 2019
     
    #1

Share This Page