METROPOLITAN Yasonna Laoly hingga Aburizal Bakrie diperiksa jadi saksi terkait kasus e-KTP

Discussion in 'BERITA' started by santosoland, Jul 2, 2018.

  1. santosoland

    santosoland Kids Jaman Now
    Thread Starter

    Joined:
    Oct 16, 2017
    Threads:
    197
    Messages:
    321
    Likes Received:
    16
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    11
    Yasonna-Laoly-Diperiksa-KPK-840x480.jpg

    Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, pada hari ini. ‎Para saksi akan diperiksa untuk proses penyidikan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

    Adapun, sejumlah saksi yang diagendakan diperiksa hari ini adalah mantan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie; Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly.

    Kemudian, Anggota DPR fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tamsil Linrung; mantan Sekretaris Jenderal ‎Kemendagri, Diah Anggraini; serta Anggota DPR, Mulyadi.

    "Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus e-KTP dengan tersangka IHP dan MOM, yaitu Aburizal Bakrie, Tamsil L, Yasonna L, Mulyadi, dan Diah A," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (2/7/2018).

    KPK telah mengantongi keterangan dari para saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan sebelumnya. KPK memang sedang gencar-gencarnya mengusut kasus yang merugikan negara Rp2,3 triliun kepada sejumlah saksi.

    Sejauh ini, KPK baru menjerat delapan orang dalam kasus korupsi e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

    Adapun, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian, untuk Anang Sugiana Sudihardjo masih dalam proses persidangan.

    Sementara itu, Markus Nari, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan di KPK. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.
     
    #1
  2. Ke

    Kellylef Pendatang

    Joined:
    Oct 6, 2018
    Threads:
    2
    Messages:
    20
    Likes Received:
    0
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    2
    #2
  3. Ma

    Marlonnuh Pendatang

    Joined:
    Oct 12, 2018
    Threads:
    3
    Messages:
    52
    Likes Received:
    0
    Disliked:
    0
    Trophy Points:
    4
    #3

Share This Page